Rabu, 09 Desember 2015

Press Release


Press Release
Seminar HIV/Aids
Himpunan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) akan menggelar seminar HIV/Aids bertempat di Aula Gedung Kedokteran Unisba pada hari Selasa (1 Desember 2015). Seminar ini dibuka untuk semua kalangan umur, terutama anak-anak dan remaja yang rentan terhadap penyakit ini.
Masalah kesehatan adalah masalah paling besar yang di hadapi di seluruh dunia, terutama negara yang sedang berkembang. Dalam berbagai negara, penyakit HIV/Aids adalah penyakit yang menempati posisi teratas dalam masalah kesehatan, karena penyembuhannya belum dapat ditemukan sampai saat ini.
Atas karena faktor yang mengkhawatirkan ini, kami selaku mahasiswa kedokteran sangat memandang perlu untuk melakukan sesuatu yang kecil tapi sangat berguna untuk masyarakat luas.
Dalam acara seminar tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. Dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek SpM (K). Serta Rektor Universitas Islam Bandung, selaku pimpinan Universitas. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kedokteran yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga acara ini dapat bermanfaat untuk kita semua

Konvergensi media


    Konvergensi adalah Kemampuan jaringan yang berbeda-beda untuk membawa layanan yang serupa (seperti: voice over Internet Protocol (VoIP) atau suara melalui switched network, video melalui televisi kabel atau Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) atau, kemungkinan lain, kemampuan untuk memberikan berbagai layanan melalui jaringan tunggal seperti yang disebut triple play”. Dalam arti paling umum, konvergensi berarti runtuhnya penghalang lama yang sebelumnya memisahkan ICTS menurut sejumlah dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, antara negara dan negara. Masing-masing mempengaruhi kepemilikan minoritas, penggunaan dan akses teknologi informasi (IT) dengan berbagai cara. Konvergensi adalah adalah peningkatan digitalisasi , konten tipe yang berbeda (data,audio,suara,video) diletakkan dalam suatu format yang sama dan dikirim terus melalui variasi teknologi (komputer,handphone,televisi) atau diteruskan pada platform yang berbeda. Secara garis besar konvergensi terdiri dari teknologi dan media (konten). Konvergensi teknologi terjadi ketika beberapa produk secara bersamaan berada dalam satu produk dengan segala keuntungannya.
Pengertian Media dan Jenis-Jenis Media Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti "perantara" atau "pengantar", yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi, dalam pengertian yang lain, media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Banyak ahli dan juga organisasi yang memberikan batasan. Jenis-jenis media secara umum dapat dibagi menjadi: Media Visual: media visual adalah media yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba. Berbagai jenis media ini sangat mudah untuk didapatkan. Contoh media yang sangat banyak dan mudah untuk didapatkan maupun dibuat sendiri. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga dan sebagainya. Media Audio: media audio adalah media yang bisa didengar saja, menggunakan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio dan kaset suara atau CD dan sebagainya. Media Audio Visual: media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD. Internet termasuk dalam bentuk media audio visual, tetapi lebih lengkap dan menyatukan semua jenis format media, disebut Multimedia karena berbagai format ada dalam internet.
Pengertian Konvergensi Media Konvergensi media penggabungan atau pengintegrasian dari media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan kedalam satu titik tujuan. Konvergensi media biasanya merujuk pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang dimungkinkan dengan adanya konvergensi jaringan. Konvergensi media adalah penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa, seperti media cetak, radio, televisi, Internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui berbagai platform presentasi digital. Dalam perumusan yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan digitisasi informasi. Konvergensi media ini menyatukan ”tiga-C” (computing, communication, dan content). Jika dijabarkan di level perusahaan, maka konvergensi ini menyatukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi (komputer), jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (penerbit buku, suratkabar, majalah, stasiun TV, radio, musik, film, dan hiburan).
Pengertian Konvergensi Media Konvergensi media tidak hanya pergeseran teknologi atau proses teknologi, namun juga termasuk pergeseran dalam paradigma industri, budaya, dan sosial yang mendorong konsumen untuk mencari informasi baru. Konvergensi media terjadi dengan melihat bagaimana individu berinteraksi dengan orang lain pada tingkat sosial dan menggunakan berbagai platform media untuk menciptakan pengalaman baru, bentuk-bentuk baru media dan konten yang menghubungkan kita secara sosial, dan tidak hanya kepada konsumen lain, tetapi untuk para produsen perusahaan media. Gerakan konvergensi media tumbuh secara khusus dari munculnya internet dan digitalisasi informasi. konvergensi media ini menyentuh 3C yaitu computing (memasukan data melalui komputer) communication (komunikasi) dan content (materi isi/ konten). Teori konvergensi media yang diteliti oleh Henry Jenkins pada tahun 2006, menyatakan bahwa konvergensi media merupakan proses yang terjadi sesuai dengan perkembangan budaya masyarakat. Konvergensi Media di Indonesia Kisah konvergensi media di Indonesia adalah buah dari proses perubahan gradual yang melanda industri media itu sendiri. Efisiensi, perluasan pasar, kecepatan menyiarkan, dan integrasi sumberdaya adalah esensi konvergensi media di Indonesia. Teknologi informasi dan komunikasi menjadi penopang di bawahnya. Hampir satu dekade belakangan, industri media di Indonesia mengalami hingar-bingar seiring kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi. Awalnya adalah ketika sejumlah media melakukan resizing dan reformat produk, terutama suratkabar harian, pada medio dekade 2000-an. Perubahan format itu membawa implikasi pada penyesuaian ukuran dan kualitas konten di masing-masing media. Budaya jurnalisme pun ikut berubah. Gaya menulis tidak bisa lagi sepanjang dan sebanyak tatkala masih menggunakan ukuran dan format lama (murni broadsheet). Ini karena surakatkabar-suratkabar di Indonesia telah mengubah ukuran produk mereka menjadi enam atau tujuh kolom (junior broadsheet), bahkan hingga yang berukuran kompak (compact size). Pada saat yang bersamaan, sejumlah perusahaan media cetak mulai serius mengembangkan versi digitalnya. Patut dicatat, hampir satu dekade sebelumnya, beberapa perusahaan suratkabar telah merilis versi online, seperti Republika dan Kompas, namun baru sekadar sebagai komplimentari versi cetak dan belum digarap serius dalam konteks konvergensi media. Perubahan format tersebut dipicu oleh tren multimedia yang dihasilkan teknologi komunikasi melalui kehadiran internet. Belakangan, internet dan mobile communication menjadikan orang semakin mudah mengakses informasi media melalui aneka platform. Secara umum, dalam kasus Indonesia, konvergensi media berangkat dari basis model suratkabar cetak yang berkolaborasi dengan versi online. Inilah jejak otentik konvergensi media di Indonesia. Dalam perkembangannya kemudian, kolaborasi surakabar cetak dengan media online, lalu menular dengan mengikutsertakan medium radio dan televisi dalam line up konvergensi. Bahkan, model lain yang berangkat dari majalah cetak dan online juga. Dampak yang paling umum, konvergensi adalah mendobrak hambatan tua yang pernah dibagi komunikasi sepanjang beberapa dimensi: antara industri dan industri, antara aplikasi dan aplikasi, antara produser dan konsumen, dan antara negara dan negara. Sebuah perubahan terjadi dalam konsumsi teknologi media. Konsumsi membuat konvergensi bergerak dari modus tradisional konsumsi media. Apa yang sekali kegiatan soliter dan tunggal, misalnya, mendengarkan radio awal, telah berubah menjadi pengalaman, berbagi kolektif tidak hanya penerimaan isi media, tetapi juga dalam bentuk teks media yang diterima. Apa yang membuat konvergensi konsumsi unik adalah bahwa pengguna membayar perhatian dan waspada terhadap media bersaing pada satu waktu. Dengan konvergensi teknologi media, penelitian awal di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan dan konsumsi teknologi media, baik lama dan baru, sedang berubah tidak dapat dibatalkan. Bersaing surat kabar dan stasiun televisi dari aliansi untuk memenuhi berbagai teknologi, editorial, peraturan dan berbasis pasar peluang dan tantangan. Hari ini, media konvergensi memicu berbagai sosial, politik, sengketa ekonomi dan hukum karena bertentangan tujuan konsumen, produsen dan gatekeeper. Dengan konvergensi media, bentuk-bentuk baru menggunakan media telah muncul: pengguna dapat meningkatkan pertemuan media dengan mengendalikan aliran informasi dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi tidak hanya dengan media itu sendiri, tetapi juga penyedia konten dan pengguna lainnya. Implikasinya adalah bahwa konsumen menjadi kurang dan kurang bergantung pada semua jenis media tunggal dan kurang dan kurang setia untuk semua jenis media tunggal. Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada saat mereka membutuhkannya dari sumber apa pun media yang tersedia. konvergensi media dapat dimaknai sebagai penggabungan konten melalui beberapa platform media yang mengakibatkan perubahan perilaku bermedia bagi audiens. Model ini menggambarkan komunikasi sebagai sebuah proses yang berkesinambungan, dimana diantara partisipan terdapat saling tukar informasi dalam upaya untuk mencapai mutual understanding. Oleh karena itu jaringan komunikasi dapat dilihat dari interkoneksi antar indvidu yang dihubungkan oleh pola pertukaran informasi. Tren konvergensi media mulai deras bermunculan sejak munculnya internet yang membawa perubahan signifikan dalam hal teknologi komunikasi. Salah satu produk dari konvergensi media yang cukup akrab dengan masyarakat adalah radio internet.
Sumber :

https://erikmontana.wordpress.com/2011/03/22/konvergensi-media-dampak-dan-tantangannya

zulhilmi 132050049 (A)

Rabu, 02 Desember 2015

Company Profile (Manulife Indonesia)

Company profile (Profil perusahaan) adalah laporan yang memberikan gambaran tentang sejarah, status saat ini, dan tujuan masa depan sebuah bisnis. Sebuah profil perusahaan bisnis dapat sesingkat satu halaman, atau mengandung data yang cukup untuk mengisi beberapa halaman. Walaupun ada sejumlah format yang berbeda yang digunakan menyusun sebuah profil, ada beberapa jenis informasi  penting yang wajib disertakan. Setiap jenis laporan profil perusahaan, informasi kontak selalu disertakan. Informasi kontak mungkin tidak lebih dari sekedar alamat fisik dan surat untuk kantor pusat perusahaan, atau mungkin termasuk nama dan alamat dari petugas atau eksekutif tertentu dari perusahaan. Biasanya nomor telepon dan nomor faks juga dimasukkan dalam data kontak dasar. Dalam beberapa tahun terakhir,  alamat email dan informasi umum juga dianggap penting dalam sebuah profil perusahaan.

PROFILE PERUSAHAAN  

Manulife Indonesia
        Didirikan pada tahun 1985, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) merupakan bagian dari Manulife Financial Corporation, grup penyedia layanan keuangan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Manulife Indonesia menawarkan beragam layanan keuangan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi dan dana pensiun kepada klien individu maupun pelaku usaha di Indonesia. Melalui jaringan lebih dari 11.000 karyawan dan agen profesional yang tersebar di 25 kantor pemasaran, Manulife Indonesia melayani lebih dari 2 juta klien di Indonesia.
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk informasi lebih lengkap mengenai Manulife Indonesia, termasuk tautan untuk mengikuti kami
Manulife Indonesia telah memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi sepanjang tahun 2015:
- Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai "Perusahaan Asuransi Pertama yang Memproduksi dan Menayangkan Program Edukasi melalui Stasiun Televisi".
- Peringkat pertama penghargaan Excellent Service Experience Award (ESEA) 2015 untuk ketiga kalinya sebagai perusahaan terbaik kategori Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
- Penghargaan AON Hewitt Best Employers Indonesia 2015, kategori 'Special Recognition Award Women in the Workforce'.
- Peringkat ‘Diamond’ pada Service Quality Awards 2015, kategori Asuransi Jiwa dan Kesehatan.
- Top 3 Best Customer Choice' pada Penghargaan Insurance Consumer Choice Awards 2015 di 2 (dua) kategori: Asuransi Jiwa & Pendidikan dan Asuransi Pendidikan.
Manulife Financial Corporation merupakan grup jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan solusi yang berpikir kedepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan para nasabah. Kami dikenal sebagai John Hancock di Amerika Serikat dan Manulife di negara-negara lain. Kami menyediakan nasihat keuangan, solusi asuransi dan jasa manajemen aset dan manajemen
kekayaan untuk nasabah individu, nasabah kumpulan dan institusi-institusi. Pada akhir tahun 2014, kami memiliki 28.000 karyawan, 58.000 agen dan ribuan mitra distributor yang melayani 20 juta nasabah. Pada akhir Juni 2015, kami mengelola dana sebesar C$883 miliar (US$708 miliar), dan pada 12 tahun terakhir kami membayar lebih dari $22 miliar klaim dan manfaat lainnya kepada nasabah kami. Kami beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat dimana kami telah melayani nasabah selama lebih dari 100 tahun. Dengan berkantor pusat di Toronto, Kanada, kami diperdagangkan dengan simbol 'MFC' di bursa saham Toronto, New York dan Filipina, dan dengan simbol '945' di Hong Kong.

 
VISI DAN MISI
            Visi
Menjadi penyedia jasa keuangan yang paling profesional di dunia dengan menyediakan solusi yang tepat, dapat diandalkan, terpercaya dan terdepan bagi keputusan penting perencanaan keuangan nasabah kami.
Misi
Untuk menjadi penyelenggara jasa keamanan finansial yang terdepan bagi masyarakat Indonesia.
Nilai-Nilai Perusahaan : PRIDE
Manulife Indonesia memiliki nilai-nilai untuk menuntun setiap langkah perusahaan, mulai dari perencanaan strategis, pengambilan keputusan sehari-hari, hingga cara perusahaan memperlakukan nasabah serta pemangku kepentingan lainnya. Komitmen Manulife Indonesia dituangkan dalam singkatan PRIDE.

Profesionalism (Profesionalisme)
Sasaran Manulife Indonesia adalah untuk menjadi perusahaan yang memiliki standar profesionalisme tinggi di industri asuransi jiwa yang didukung oleh karyawan dan agen yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tinggi untuk melayani kepentingan nasabah 
Real Value to Our Customer (Nilai Nyata Bagi Nasabah)
Keberadaan Manulife Indonesia semata-mata adalah untuk memuaskan nasabah. Dengan menyediakan produk-produk, pelayanan, dan nilai-nilai jangka panjang yang berkualitas tinggi, kami akan memastikan semua nasabah mendapat solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing.

Integrity (Integritas)
Seluruh pelayanan Manulife Indonesia memiliki nilai kejujuran dan keadilan yang tinggi. Kepercayaan nasabah dibangun dengan menjunjung tinggi kode etik yang berlaku dalam industri asuransi jasa.

Demonstrated Financial Strength (Kekuatan Finansial)
Manulife Indonesia berkewajiban memenuhi janji finansialnya kepada nasabah di masa mendatang. Oleh karena itu, kami senantiasa mempertahankan kemampuan membayar klaim dengan kondisi keuangan yang sehat dan hasil investasi yang maksimal, serta tetap konsisten dengan falsafah manajemen investasi yang bertanggung jawab.
Employer of Choice (Perusahaan Pilihan)
Manulife Indonesia sangat menghargai karyawan dan agen yang merupakan kunci keberhasilan perusahaan. Untuk menarik minat dan mempertahankan tenaga kerja terbaik dan handal, kami memiliki komitmen untuk melakukan pengembangan sumber daya manusia serta memberikan penghargaan atas prestasi terbaik.
 '
 
Manajemen
(Direksi)


 
Chris Bendl adalah Chief Executive Officer dan Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) sejak Oktober 2012.
Beliau juga adalah anggota dari Asian Executive Management. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan pengembangan bisnis Manulife Indonesia yang meliputi solusi perlindungan yang berfokus pada nasabah. Sebelumnya, Chris Bendl adalah Pimpinan dari tim Wealth Management Asia di Manulife, yang berbasis di Hong Kong.  Selama 8 tahun sebelum bergabung kembali dengan Manulife, Mr. Bendl telah memegang berbagai posisi kepemimpinan di perusahaan asuransi jiwa AIG di wilayah Timur Tengah dan Asia Tenggara. 
Sutikno Sjarif  Executive Vice President and Chief Operating Officer 
                Sutikno adalah seorang eksekutif senior dengan beragam pengalaman di berbagai industri termasuk Asuransi, Perbankan, Manufaktur, Distribusi dan Pertanian. Tanggung jawab pekerjaannya meliputi lintas disiplin dalam bidang Operasi, Finance, Perencanaan Strategis, dan Business Development. Ia memiliki rekam jejak yang sukses sebagai Chief Operating Officer, Chief Financial Officer, dan Business Development Director.
Nelly Husnayati Vice President Director and Chief Agency Officer
                Elly Husnayati bergabung dengan Manulife pada 1990 sebagai Branch Manager dan Employee Benefits Consultant di Medan, Sumatera Utara. Sejak 1992, ia ditugaskan dalam berbagai peran strategis pada jalur Agensi hingga pada September 2001 dipromosikan menjadi Senior Vice President, Agency Operations dan dipercayai memimpin seluruh kantor pemasaran Manulife Indonesia.

 
(Komisaris)

 
Philip John Hampden Smith ditunjuk sebagai Presiden Komisaris PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sejak Juni 2013.
Philip memegang posisi sebagai Chief Marketing Officer untuk Manulife Asia sejak Februari 2013. Philip pertama kali bergabung di Manulife pada tahun 1998 sebagai pendiri dan Chief Executive Officer dari perusahaan investasi yang beroperasi di Asia, yang bertempat di Hong Kong. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Vice President Marketing and Communications Manulife. Sedangkan di Hong Kong, Philip terpilih sebagai anggota dewan dari Hong Kong Investment Funds Association dan juga sebagai anggota dari Hong Kong Securities Institute.
Jonathan Hekster ditunjuk sebagai Komisaris PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sejak Juli 2014.
                Saat ini, Jonathan adalah Vice President, Head of Regional Partnership Distribution, Asia di Manulife (Singapore) Pte Ltd. Beliau bertanggung jawab atas seluruh pengembangan penjualan produk asuransi dan produk wealth management dari seluruh jalur distribusi non-agency (seperti Bancassurance, Work-site Marketing, Telemarketing dan Direct Marketing) di seluruh Asia dan memegang peranan penting dalam bekerja sama dengan berbagai macam wilayah di seluruh wilayah Divisi Asia.

Laksamana Sukardi ditunjuk sebagai Komisaris PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia pada April 2013.
Saat ini, Laksamana Sukardi juga menjabat sebagai Presiden Direktur dari PT Paras Gianyar Bali. Sebelumnya, beliau juga telah memegang berbagai posisi penting di industri perbankan, salah satunya sebagai Managing Director dari PT Lippo Bank. Karir cemerlangnya sebagai Bankir terbukti saat mendapat penghargaan sebagai Banker of the Year dari Majalah SWA pada tahun 1993.
Drs. Suyoto adalah Komisaris Independen PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sejak Juli 2004.
Saat ini Drs. Suyoto adalah anggota aktif dari Badan Pengawas ISEA (Indonesia Senior Executives Association) suatu organisasi yang beranggotakan para profesional eksekutif senior dari berbagai bidang dan disiplin ilmu yang bertujuan untuk memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) pada industri asuransi di Indonesia.
Retno Muljosantoso ditunjuk sebagai Komisaris PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sejak April 2013.
                Retno adalah seorang advokat berlisensi dan partner di Soemadipradja & Taher Advocates (S&T). Retno juga merupakan anggota dari Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) dan The International Bar Association. Retno telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam praktik hukum, baik dalam negeri maupun luar negeri. Beliau mendapatkan pengalaman praktik hukum di luar negeri pada saat ditugaskan ke perusahaan bekas afiliasi S&T di Australia: Freehill, Hollingdale & Page (saat ini dikenal sebagai Herbert Smith Freehills).
Ke Wing Siu (Nigel Ke) ditunjuk sebagai Komisaris PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sejak Januari 2009.
Sejak tahun 2010, Nigel menjabat sebagai Vice President & Chief Financial Officer, Manulife Asia yang bertempat di Hong Kong. Sebelumnya, Nigel yang merupakan warga negara Australia ini, juga pernah menjabat berbagai posisi penting di perusahaan asuransi internasional, salah satunya sebagai Chief Financial Officer di ING Life, Jepang.

 
LAPORAN TATA PERUSAHAAN
Prinsip-Prinsip Dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di Perusahaan
Seiring dengan peranan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memastikan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik/ Good Corporate Governance (GCG) di dalam industri jasa keuangan melalui pemberlakuan peraturan perundang-undangan yang secara lebih komprehensif mengatur mengenai GCG, Perusahaan berusaha untuk selalu menjadi yang terdepan dalam mengakomodir setiap perubahan yang ada dengan tetap berpegang teguh pada kelima prinsip dasar GCG yang terdiri dari: (i) Keterbukaan (transparency); (ii) Akuntabilitas (accountability); (iii) Tanggung Jawab (responsibility); (iv) Independensi (independence); dan (v) Kewajaran (fairness).
Hasil Laporan dan Penilaian Mandiri Penerapan Prinsip-Prinsip GCG Perusahaan Tahun 2014
Penerapan prinsip-prinsip GCG berdasarkan hasil penilaian mandiri penerapan prinsip-prinsip GCG tahun 2014 yang telah disampaikan kepada Direktur Pengawas Asuransi dan BPJS Keuangan Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Perusahaan No.17/MI/II/2015 tanggal 24 Februari 2015, Perusahaan telah melakukan beberapa perbaikan dan pengembangan baik dalam struktur, sistem maupun dokumen, dibandingkan hasil penilaian mandiri tahun 2013, yakni:
  1. Struktur
    Terdapat perubahan struktur pada susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tahun 2014 sehingga susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan saat ini adalah sebagaimana yang dinyatakan dalam keterangan mengenai Direksi dan Dewan Komisaris di bawah ini.
  2. Sistem
    Secara berkelanjutan mengembangkan whistleblowing system dengan mengaktifkan Hotline Ethics Service dan melakukan sosialisasi melalui beberapa inisiasi dengan memanfaatkan berbagai media ke seluruh karyawan dan tenaga pemasar.
  3. Dokumen
  • Sebagai bentuk komitmen atas penerapan GCG, Perusahaan telah melakukan pemetaan atas komite-komite yang dipersyaratkan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.2/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian (”POJK GCG”) dan dibutuhkan oleh Perusahaan yang terdiri dari: (i) Komite Tata Kelola; (ii) Collaboration Committee; dan (iii) Communication Board. Komite-komite tersebut telah dilengkapi dengan piagam-piagam sebagai panduan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya.
    Komite Tata Kelola merupakan komite yang dipersyaratkan oleh POJK GCG, terdiri atas:
    • 2 (dua) Komite di bawah Dewan Komisaris Perusahaan yakni: (a) Komite Audit dan Risiko; dan (b) Komite Tata Kelola;
    • 4 (empat) Komite di bawah Direksi Perusahaan yakni: (a) Komite Pengawasan Risiko; (b) Komite Anti Pencucian Uang; (c) Komite Investasi; dan (d) Komite Pengawasan Produk;
  • Memperbaharui beberapa dokumen/pedoman/kebijakan:
    • Mengungkapkan penerapan GCG dalam Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014;
    • Pedoman Prinsip Mengenal Nasabah untuk Pencegahan Tindakan Pencucian Uang dan Pembiayaan Teroris; dan
    • Mengungkapkan secara berkala Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku.
Struktur Tata Kelola
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan organ perseroan tertinggi yang memegang segala kewenangan yang tidak didelegasikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selama tahun 2014, Perusahaan melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan, pada tanggal 16 Juni 2014 yang telah dituangkan dalam Minutes of the Annual General Meeting of the Shareholders of PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia No.LC/i/AGMS/6/2014 dan 1 (satu) keputusan secara sirkuler.
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris secara kolektif melakukan pengawasan dan memberi nasihat kepada Direksi dengan mendahulukan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Kebijakan dilandasi oleh itikad baik, kehati-hatian dan rasa tanggung jawab dan ditujukan pada kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perusahaan.
  2. Kebijakan diambil secara terbuka kepada Direksi maupun para pemangku kepentingan.
  3. Kebijakan dilandasi oleh objektifitas serta perlakuan yang adil dan konsisten pada data dan informasi yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris.
Komisaris Independen
Perusahaan sedang dalam proses untuk memenuhi ketentuan mengenai jumlah dan kualifikasi dari Komisaris Independen sebagaimana diatur dalam POJK GCG.
Keanggotaan dan Komposisi
Terhitung sejak tanggal 22 Juli 2014, komposisi anggota Dewan Komisaris Perusahaan terakhir adalah sebagai berikut:
 
Nama
Jabatan
Referensi
Philip Hampden Smith (PHS)
Presiden Komisaris
Akta Notaris Aryanti Artisari, SH., M.Kn. No.46, tanggal 19 August 2014.
Ke Wing Siu (KS)
Komisaris
Laksamana Sukardi (LS)
Komisaris
Retno Anggraini Dharmayani Muljosantoso (RM)
Komisaris
Jonathan Michiel Anthony Hekster (JT)
Komisaris
Dr. Suyoto (ST)
Komisaris Independen
Rapat Dewan Komisaris
Sepanjang tahun 2014, Dewan Komisaris Perusahaan menyelenggarakan rapat sebanyak 2 (dua) kali dan menghasilkan 4 (empat) keputusan sirkuler, dengan daftar hadir sebagai berikut:
No.
Tanggal
Jumlah Kehadiran
PHS
KS
LS
RM
JT
ST
1
May 20, 2014
v
v
v
V

v
2
November 21, 2014
v
v
v
V
V
V

%
100
100
100
100
100
100

Komite-Komite Penunjang Dewan Komisaris
Untuk membantu efektifitas pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Komisaris, Perusahaan telah membentuk sebuah komite penunjang Dewan Komisaris yang bekerja secara kolektif, yakni:
Komite Audit & Risiko
Komite Audit & Risiko bertanggung jawab terhadap fungsi pengawasan dan melakukan pengkajian atas proses pelaporan keuangan Perusahaan termasuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap independensi dari auditor independen termasuk  terhadap pengelolaan risiko yang dijalankan oleh Perusahaan dan secara berkala melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
Komite Tata Kelola
Komite Tata Kelola berperan dalam pemantauan dan pengkajian atas kebijakan penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang baik secara menyeluruh yang disusun oleh Direksi serta menilai konsistensi penerapannya.
Direksi
Direksi merupakan organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan pengurusan Perusahaan agar berjalan sesuai visi, misi, sasaran usaha, strategi, kebijakan dan rencana usaha yang telah ditetapkan oleh Perusahaan. 
Keanggotaan dan Komposisi Direksi
Terhitung sejak tanggal 22 Juli 2014, komposisi Direksi adalah sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Referensi
Christopher Franz Bendl (CB)
Presiden Direktur
Akta Notaris Aryanti Artisari, SH., M.Kn. No.46, tanggal 19 August 2014.
Nelly Husnayati (NH)
Wakil Presiden Direktur
Premraj Thuraisingam (PT)*
Direktur
Sutikno Widodo Sjarif (SS)
Direktur
*PT mengundurkan diri efektif tanggal 14 Juli 2014
 
Rapat Direksi
Sepanjang tahun 2014, Direksi Perusahaan menyelenggarakan rapat sebanyak 8 (delapan) kali dan menghasilkan 11 (sebelas) keputusan sirkuler,  dengan daftar hadir sebagai berikut:
No.
Tanggal
Jumlah Kehadiran
CB
NH
  PT
SS
1
January 13, 2014
v
v
-
V
2
February 24, 2014
v
v
-
V
3
March 3, 2014
v
-
-
V
4
April 7, 2014
v
v
-
V
5
June 3, 2014
v
v
-
V
6
August 25, 2014
v
v

V
7
September 8, 2014
v
v

V
8
December 15, 2014
v
v

V

%
100
88
0
100
Komite-Komite Penunjang Direksi
Untuk membantu efektifitas pelaksanaan tanggung jawabnya, Direksi Perusahaan telah membentuk komite-komite sebagai berikut:
Komite Investasi
Komite Investasi bertanggung jawab untuk menelaah dan mengawasi kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur dan strategi investasi untuk seluruh manajemen investasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Komite Pengawasan Manajemen Risiko
Komite Pengawasan Manajemen Resiko bertanggung jawab dalam pelaksanaan fungsi manajemen 

 
resiko  yang meliputi pengawasan dan pembahasan permasalahan-permasalahan, proses dan prosedur-prosedur manajemen resiko. 
Komite Anti Pencucian Uang (Anti Money Laundering/ AML)
Komite AML bertanggung jawab untuk memastikan pemenuhan kewajiban Perusahaan yang terkait dengan pelaksanaan Prinsip Mengenal Nasabah (KYCP).
Komite Pengarahan Produk
Komite Pengarahan Produk bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melaksanakan kampanye produk agar menghasilkan penjualan yang terdepan dan mengembangkan pengalaman perilaku nasabah.
Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Perusahaan yang memiliki unit syariah telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi terkait tenaga ahli syariah.
Tugas dan Tanggung Jawab
DPS Perusahaan bertanggung jawab atas tugas-tugas sebagai berikut:
  1. Mengawasi dan memberi nasihat dan saran kepada Direksi agar kegiatan Perusahaan sesuai dengan prinsip Syariah;
  2. berupaya menjaga keseimbangan kepentingan semua pihak, khususnya kepentingan Nasabah;
  3. menyelenggarakan rapat DPS secara berkala paling sedikit enam kali dalam satu tahun.
Keanggotaan dan Komposisi DPS
DPS Perusahaan terdiri dari tiga anggota, dimana penunjukkan ketiganya telah disetujui oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI melalui Surat Keputusan No.U-024/DSN-MUI/I2009 tanggal 22 Januari 2009, dengan komposisi sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Referensi Terakhir
Dr. H. Kamaen A. Perwataatmadja, MPA
Ketua DPS
Akta Notaris Aryanti Artisari, SH., M.Kn. No.46, tanggal 19 August 2014.
Dr. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH
Anggota DPS
Dr. H. Endy M. Astiwara, MA, FIIS
Anggota DPS

 
Sekretaris Perusahaan
Fungsi Sekretaris Perusahaan dijalankan melalui Departemen Legal & Compliance dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur telah membantu pelaksanaan GCG secara efektif di Perusahaan.
Pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal
Manajemen Perusahaan secara kolektif memiliki tanggung jawab dan akuntabilitas untuk menentukan tujuan-tujuan Perusahaan, menyusun strategi-strategi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, dan mengembangkan struktur dan proses pengelolaan untuk penanganan terbaik atas risiko-risiko dalam pemenuhan seluruh tujuan tersebut melalui pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal yang efektif dan berkelanjutan.  Sistem Pengendalian Internal yang efektif dan berkelanjutan oleh manajemen dan unit kerja Audit Internal Perusahaan tersebut adalah melalui penerapan model "tiga baris pertahanan" (the three lines of defense).
Secara garis besar, model "tiga garis pertahanan" ini memisahkan secara tegas antara 3 (tiga) bagian (“garis”) yang terlibat dalam pengelolaan risiko yang efektif, yakni: i) Fungsi-fungsi yang memiliki dan mengelola risiko-risikonya, ii) Fungsi-fungsi yang memantau risiko-risiko, dan iii) Fungsi yang melakukan penilaian independen.  Model “tiga garis pertahanan” Perusahaan adalah sebagai berikut:
  1. Garis pertahanan pertama - Unit Bisnis
    Bisnis bertanggung jawab untuk risiko dalam unit mereka termasuk manajemen risiko dan pengawasan yang terkait. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan strategi bisnis mereka sejajar dengan filosofi, risk appetite dan budaya  pengambilan risiko Perusahaan untuk mengevaluasi dan mengelola eksposur risiko secara seksama konsisten dengan kebijakan risiko dan standar praktek Perusahaan, dan untuk memberikan imbal hasil yang sepadan dengan tingkat risiko yang ditanggung. Hal ini didukung oleh manajer risiko global yang bertanggung jawab untuk desain dan pelaksanaan praktek mitigasi risiko yang konsisten dengan kebijakan Perusahaan dan strategi manajemen risiko tertentu.
  2. Garis pertahanan kedua- Manajemen Risiko, Aktuaria, Keuangan, Kepatuhan ("kelompok")
    Kelompok ini memberikan pengawasan independen terhadap pengambilan risiko dan kegiatan mitigasi risiko. Karena Manulife adalah perusahaan global, kelompok ini memiliki akses ke seluruh kebijakan risiko perusahaan dan bidang fungsional perusahaan seperti manajemen risiko korporasi, aktuaria korporasi, keuangan korporasi, kepatuhan global, dan divisi resiko untuk mendukung pengawasan independen kelompok.
  3. Ketiga garis pertahanan - Internal Audit
    Internal Audit memberikan analisis independen mengenai kontrol yang efektif dan tepat terhadap risiko yang melekat dalam bisnis, dan apakah program mitigasi risiko dan fungsi risiko pengawasan efektif dalam mengelola risiko. Internal Audit bertanggung jawab langsung kepada Komite Audit dan Risiko.
Kasus Litigasi , Sepanjang tahun 2014, baik Perusahaan, anggota Dewan Komisaris, Direksi, DPS, maupun seluruh karyawan Perusahaan tidak terlibat dalam perkara hukum apapun.

 
KESIMPULAN
          tujuan pembuatan company profile adalah memperkenalkan kepada public informasi tentang company tersebut berkaitan dengan: Nama perusahaan, Tag Line dan Logo. pembuatan company profile merupakan salah satu media Public Relations yang merepresentasikan sebuah perusahaan (organisasi). Produk Public Relations ini berisi gambaran umum perusahaan, di mana perusahaan bisa memilih poin-poin apa saya yang ingin disampaikan secara terbuka kepada publiknya disesuaikan dengan kepentingan publik sasaran. pembuatan company profile merupakan penjelasan mengenai perusahaan termasuk produknya secara verbal maupun grafik yang mengangkat corporate value serta product value serta keunggulan perusahaan dibandingkan pesaing berdasarkan kedua value diatas.

SARAN
Apapun definisinya, intinya hanyalah satu yakni Company Profile adalah sarana untuk memperkenalkan perusahaan dengan berbagai media yang ada.